Sejarah Perkembangan Pemikiran Ulumul Hadis Pada Periode Klasik, Pertengahan dan Modern.
A. Pendahuluan
Hadist
memiliki peranan yang sangat penting bagi umat Islam, selain sebagai pelengkap
keberadaan al-Quran, hadist merupakan sumber primer ajaran Islam. Sehingga
hadist menjadi elemen yang sangat penting sekali untuk mengupas ajaran-ajaran
al-Quran yang masih bersifat universal dan global. Meneliti perkembangan studi
hadist, pada awal perkembangannya studi hadist berkembang pesat karena di
masa-masa sebelumnya para sahabat lebih fokus dalam mengkaji al-Quran. Kajian
hadis memasuki puncak kepopuleranya ketika memasuki masa tadwin pada
abad ke II hijriah yang dikomandoi oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz, hadist
menjadi bahasan populer kala itu dan berbagai karya kitab bermunculan.[1]
B. Pembahasan
1. Kompetensi Sejarah Pemikiran Islam
Sejarah
pemikiran Islam menyajikan kajian tentang ajaran-ajaran pokok dan perkembangan
pemikiran dalam Islam, sejak awal mula Islam diturunkan, bahkan sedikit mundur
ke belakang, Arab sebelum Islam sampai sekarang. Pokok bahasan menyangkut
pemikiran Islam dari aspek sejarah, sosial, ekonomi dan politik. Sebab faktor
sosial, ekonomi, politik dan semacamnya, memberikan pengaruh terhadap bentuk
ajaran Islam yang dibawa Muhammad SAW dan perkembangannya kelak. Demikian juga
faktor sosial, ekonomi, politik dan semacamnya di masa Islam juga mempengaruhi
perkembangan pemikiran Islam itu sendiri. Sebab Islam selalu terkait dengan
konteks sejarah dan budaya yang ada di sekelilingnya. Demikian juga dalam
perkembangannya Rasul Muhammad selalu berdialog dengan realitas sosial dan
budaya yang mengitarinya. Bahkan boleh dikatakan bahwa wahyu yang diterima
Muhammad pun merupakan respon terhadap berbagai persoalan yang dihadapi
masyarakat dan umat Islam pada zamannya. Dengan ungkapan lain, Islam diturunkan
bukan di ruang hampa.[2]
2. Pemikiran ulumul hadis pada periode klasik
Pada
masa rasulullah Saw sampai sebelum pembukuan Ulumul Al-Hadits istilah Ulumul
Al-Hadits, jelas belum ada. Tetapi
prinsi-prinsip yang telah berlaku pada masa itu sebagai acuan untuk
menyikapi suatu informasi yang telah ada.
a. Masa
Rasulullah Saw sampai masa Khulafaur Rasyidin
Rasul Saw adalah guru sunnah terbaik.
Sejumlah penulis Ulumul al-hadits mencatat metode yang dipakai Rasul Saw dalam
mengajarkan ilmu (sunnah). Prinsip ulum al hadis pada masa rasul
sampai masa khulafaur Rasyidin adalah verifikasi, penyedikitan riwayat,
kehati-hatian dalam menerima dan menyampaikan riwayat, dan pemberlakuan sumpah.
b.
Masa
Khulafaur Rasyidin sampai Pemisahan dari Hadits
Setelah
masa Khulafaur Rasyidin, khususnya pada munculnya kekacauan politik sebelum dan
sesudah masa Ali, banyak muncul Riwayat yang di identifikasi sebagai riwayat
maudhu.
Usaha penangkalannya adalah dengan melakukan seleksi terhadap setiap
informasi yang muncul sebagai usaha kehati-hatian dalam menerimanya, dengan
cara-cara yang telah dilakukan oleh para sahabat sebelumnya, yaitu metode
sumpah, atau dengan melakukan evaluasi terhadap para penyampai riwayat
(rawi).[3]
Cara
penerimaan Hadits dimasa Nabi SAW tidak sama dengan penerimaan Hadits dimasa
generasi sesudahnya. Penerimaan Hadis dimasa Nabi SAW dilakukan oleh sahabat
dekat beliau, seperti Khulafa’ ar-Rasyidin. Setelah mendapatkan Hadis para
sahabat selanjutnya menghafal Hadis tersebut. Dalam masa sahabat ini,
perkembangan penelitian Hadits menyangkut sanad dan matan Hadis semakin menampakkan
wujudnya, dalam rangka menjaga kemurnian sebuah Hadis. Prinsip dasar penelitian
sanad yang terkandung dalam kebijaksanaan yang dicontohkan oleh para sahabat
diikuti dan dikembangkan oleh para tabiin. Periwayatan Hadis dipermulaan masa
sahabat terutama pada masa Abu Bakar dan Ummar, masih terbatas sekali
disampaikan kepada yang memerlukannya saja, belum bersifat pelajaran. Demikian
perkembangan Ilmu Hadis pada periode ini yang kemudian disempurnakan kembali
oleh Ulama-ulama yang datang belakangan.[4]
Pada abad pertama hijriyah, hadis hanya dipindahkan dari mulut ke mulut, dan
sangat tergantung kepada kekuatan hafalan para sahabat. Pada
priode ini sudah maqbul dan hadis maqbul
dan ilmu hadis ditandai dengan usaha-usaha sahabat dalam menjaga
hadis, yaitu:
a.
Membersihkan jiwa dan
menguatkan tekad
b.
Memperkuat
agama
c.
Memandang
hadis sebagai salah satu pilar islam
d.
Menyampaikan
amanat nabi
Untuk mengaplikasikan hal-hal
tersebut, mereka melakukan :
a.
Tidak
memperbanyak periwayatan hadis.
b.
Berhati-hati
menerima dan menyampaikan hadis.
c.
Melakukan
kritik terhadap hadits yang diriwayatkan alat ukurnash-nash dan
kaidah-kaidah agama.[5]
3. pemikiran ulumul hadis pada periode pertengahan
Masa Ibn Shalah, disebut Nur Ad-Din
itr, adalah masa kesempurnaan pertama karena Ibnu Shalah dianggap
sebagai tokoh yang menyusun ulumul hadist yang sistematis dan mencakup seluruh
pembahasan ulumul hadist. Tokoh-tokoh setelah Ibn Shalah banyak yang mengikuti
atau merujuk karyanya.oleh sebab itu karya yang muncul setelah Ibn Shalah
berupa syar, ikhrisyar, nazham, nuqat atau naqdi,
hasyiyah, atau talkhis.[6]
Periode
pertengahan dalam sejarah Islam dimulai sejak pasca keruntuhan Bani
Abbasiyah, yaitu sekitar tahun 1254 M. Ciri yang paling populer pada periode
ini adalah munculnya sistem pembelajaran lewat madrasah, berbeda dengan masa
klasik yang cenderung berpusat pada individu. Oleh karena itu, tidak aneh bila
kemunculan setiap karya, khususnya ulumul hadits didasarkan pada keperluan
pembelajaran.[7]
Masa Ibn Shalah, disebut Nur Ad-Din
itr, adalah masa kesempurnaan pertama karena Ibnu Shalah dianggap
sebagai tokoh yang menyusun ulumul hadist yang sistematis dan mencakup seluruh
pembahasan ulumul hadist.[8]
4. pemikiran ulumul hadis pada periode modern
Perkembangan
ilmu hadits abad demi abad terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan pada
abad ini yang terus menulis ilmu hadits dari ulama muhaditsin adalah Asy-Syaikh
Thahir Al-Jaziry dalam kitabnya Taujihun Nadhar ila Ilmi Usulil
Atsar, salah satu kitab yang mempunya nilai tinggi dalam ilmu hadits dan
As-Sayid Jamaluddin Al-Qasimy dengan kitabnya Qawaidut Tahdits fi Fununil
Hadits, suatu kitab yang banyak faedahnya dan sangat tertib susunannya. Ulama
kontemporer yang masih bergelut membahas dan mendalami ilmu hadits adalah Dr.
Mahmud At-Thahhan dalam karyanya yang berjudul Taisir Musthalah Al-Hadits.[9]
Periode
pemikiran modern dapat dinyatakan diawali oleh Ibn Taymiyah yang
mengumandangkan “terbukanya pintu ijtihad”, sebagai awal untuk memperbaharui
Islam. Akan tetapi, perkembangan selanjutnya ada pada masa Syah Waliyullah, Ibn
Abdul Wahhab, Sayid Jamaluddin Al-Afghani, Dan Muhammad ‘Abduh. Pada periode ini selain, selain munculnya kitab-kitab
ulumul
hadist yang mencakup seluruh kajian cabang
hadist, juga muncul kajian ulumul hadist
secara khusus, yang lebih menitik beratkan pada pemikiran, baik yang berkaitan dengan sejarah, manhaj,
kritik, atau
pertahanan terhadap berbagai tuduhan yang dilontarkan
untuk menilai
sunnah.[10]
C. Kesimpulan
Ulumul hadits
adalah istilah ilmu hadis didalam tradisi ulama hadis. (Arabnya : ulul
al-hadits). Ulum al-hadis terdiri dari dua kata, yaitu ulum dan al-hadis.
gabungan kata ulum al-hadis mengandung pengertian ilmu-ilmu yang membahas atau
berkaitan dengan hadis nabi Saw. Perkembangan ilmu hadits menjadi tiga periodesasi
yaitu awal lahirnya ilmu hadis sampai pada masa kekinian.
1.
Periode
Klasik (masa Nabi SAW sampai abad 7)
Cara
penerimaan hadits dimasa Nabi SAW tidak sama dengan penerimaan hadits di masa
generasi sesudahnya. Penerimaan hadits dimasa Nabi SAW dilakukan oleh sahabat
dekat beliau, seperti Khulafa’ al-Rasyidin dan dari kalangan sahabat
lainnya. Para sahabat Nabi mempunyai minat yang besar untuk memperoleh hadits
Nabi SAW, oleh karenanya mereka berusaha keras mengikuti Nabi SAW agar ucapan,
perbuatan dan taqrir beliau dapat mereka terima atau lihat secara langsung.
2.
Periode
Pertengahan (abad 7 H-14 H)
Ulama
pada abad ini mencoba untuk menyempurnakan atas kitab-kitab yang telah ditulis
oleh ulama-ulama sebelumya seperti kitab Mukhtasar Muqaddamah Ibnush
Shalah yang paling baik ialah Ikhtishar Ulumil Hadits yang
ditulis oleh Al-Hafidh Ibnu Katsir Ad Dimasyqi (774 H), yang kemudian
disyarahkan oleh Al-Allamah Ahmad Muhammad Syakiz dalam kitab Al Ba’atsul
Hatsits ala Ma’rifati Ulumul Hadits.
3.
Periode
Modern (abad 14 H sampai sekarang)
Perkembangan
ilmu hadis abad demi abad terus mengalami perkembangan penyempurnaan pada abad
ini yang terus menulis ilmu hadis dari ulama muhadisin adalah assy-Syaikh Thair
Al-Jaziry (1338 H) dalam kitabnya Taujihun Nadhar ila ilmi Usulil Atsar, salah
satu kitab yang mempunyai nilai tinggi dalam ilmu hadis dan As-Sayid Jamaludin.
DAFTAT PUSTAKA
“DEDI_WAHYUDI_-_Sejarah_Pemikiran_dan_Peradaban_Islam.pdf.”
Diakses 13 Oktober 2019.
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/52047283/DEDI_WAHYUDI_-_Sejarah_Pemikiran_dan_Peradaban_Islam.pdf?response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DSejarah_Pemikiran_dan_Peradaban_Islam_Da.pdf&X-Amz-Algorithm=AWS4-HMAC-SHA256&X-Amz-Credential=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A%2F20191013%2Fus-east-1%2Fs3%2Faws4_request&X-Amz-Date=20191013T043720Z&X-Amz-Expires=3600&X-Amz-SignedHeaders=host&X-Amz-Signature=a02026a51924b61f1cc76900c02caf04acf30c8b91a7544e8aa4e79c313ea54c.
Elda.dalimunthe.blogspot.com.
“Pengertian dan Sejarah Ulumul Hadist Pada Masa Klasik, Pertengahan Dan ModernM
A K A L A H.” Pengertian dan Sejarah Ulumul Hadist Pada Masa Klasik,
Pertengahan Dan ModernM A K A L A H (blog), 13 September 2014.
http://kumpulanmakalahnyasielda.blogspot.com/2014/09/pengertian-dan-sejarah-ulumul-hadist.html.
Greenz. “Kumpulan Makalah: Makalah
Ulumul Hadits.” Kumpulan Makalah (blog), Minggu, Oktober 2015.
http://greenz-family.blogspot.com/2015/10/makalah-ulumul-hadits.html.
“Gudang Makalah: PENGERTIAN DAN
SEJARAH PERKEMBANGAN ULUMUL HADIST, MASA KLASIK, PERTENGAHAN DAN MODERN.”
Diakses 15 Oktober 2019.
http://gudangmakalah165.blogspot.com/2017/09/pengertian-dan-sejarah-perkembangan.html.
Maghfira, Aliffia. “PENGERTIAN ULUMUL
HADIS DAN PERKEMBANGANNYA DISUSUN OLEH : • SITI NUR DALIFA.” Diakses 6 Oktober
2019. https://www.academia.edu/38107297/PENGERTIAN_ULUMUL_HADIS_DAN_PERKEMBANGANNYA_DISUSUN_OLEH_SITI_NUR_DALIFA.
Makalah, Gudang. “Gudang Makalah:
PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN ULUMUL HADIST, MASA KLASIK, PERTENGAHAN DAN
MODERN.” Gudang Makalah (blog), 22 September 2017.
http://gudangmakalah165.blogspot.com/2017/09/pengertian-dan-sejarah-perkembangan.html.
“(PDF) Ulumul Hadits dan Sejarah
Perkembangannya.pdf | Ummu Abidah Batubara - Academia.edu.” Diakses 13 Oktober
2019.
https://www.academia.edu/38122501/Ulumul_Hadits_dan_Sejarah_Perkembangannya.pdf.
Rosyid, Asyhad Abdillah. “PERIODESASI
PERKEMBANGAN STUDI HADITS,” t.t.
Unknown. “Berbagi Pengetahuan dan
Ilmu: Makalah Ulumul Hadist ‘Sejarah Perkembangan Pemikiran Ulumul Hadis Pada
Periode Klasik, Pertentangan Dan Modern.’” Berbagi Pengetahuan dan Ilmu
(blog), 3 Juli 2017.
http://hendrajs94.blogspot.com/2017/07/makalah-ulumul-hadist-sejarah.html.
Viola, Rizky. “Ulumul Hadis dan
Sejarah Perkembangannya,” t.t., 15.
[3]“(PDF) Ulumul Hadits dan
Sejarah Perkembangannya.pdf | Ummu Abidah Batubara - Academia.edu,” diakses 13
Oktober 2019,
https://www.academia.edu/38122501/Ulumul_Hadits_dan_Sejarah_Perkembangannya.pdf.
[5]Aliffia Maghfira, “PENGERTIAN ULUMUL
HADIS DAN PERKEMBANGANNYA DISUSUN OLEH :
• SITI NUR DALIFA,” diakses 6 Oktober 2019,
https://www.academia.edu/38107297/PENGERTIAN_ULUMUL_HADIS_DAN_PERKEMBANGANNYA_DISUSUN_OLEH_SITI_NUR_DALIFA.
[6]Elda.dalimunthe.blogspot.com,
“Pengertian dan Sejarah Ulumul Hadist Pada Masa Klasik, Pertengahan Dan Modern M
A K A L A H,” Pengertian dan Sejarah Ulumul Hadist Pada Masa Klasik,
Pertengahan Dan Modern M A K A L A H (blog), 13 September 2014,
http://kumpulanmakalahnyasielda.blogspot.com/2014/09/pengertian-dan-sejarah-ulumul-hadist.html.
[7]Unknown, “Berbagi Pengetahuan
dan Ilmu: Makalah Ulumul Hadist ‘Sejarah Perkembangan Pemikiran Ulumul Hadis
Pada Periode Klasik, Pertentangan Dan Modern,’” Berbagi Pengetahuan dan Ilmu
(blog), 3 Juli 2017,
http://hendrajs94.blogspot.com/2017/07/makalah-ulumul-hadist-sejarah.html.
[8]Gudang Makalah, “Gudang Makalah:
PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN ULUMUL HADIST, MASA KLASIK, PERTENGAHAN DAN
MODERN,” Gudang Makalah (blog), 22 September 2017,
http://gudangmakalah165.blogspot.com/2017/09/pengertian-dan-sejarah-perkembangan.html.
[9]Greenz, “Kumpulan Makalah: Makalah
Ulumul Hadits,” Kumpulan Makalah (blog), Minggu, Oktober 2015,
http://greenz-family.blogspot.com/2015/10/makalah-ulumul-hadits.html.
[10]“Gudang Makalah: PENGERTIAN DAN SEJARAH
PERKEMBANGAN ULUMUL HADIST, MASA KLASIK, PERTENGAHAN DAN MODERN,” diakses 15
Oktober 2019,
http://gudangmakalah165.blogspot.com/2017/09/pengertian-dan-sejarah-perkembangan.html.
Komentar
Posting Komentar