Pembagian Hadis Dari Segi Kuantitas Sanad, Mutawatir, Masyhur Dan Ahad
A. Pendahuluan Setiap hadits (tradisi verbal) mengandung dua bagian, teks hadits (matan) itu sendiri dan isnad atau mata rantai transmisi, yang menyebutkan nama-nama penutur/periwayatnya (rawi), yang mendukung teks hadits tersebut. Pada awalnya hadits muncul tanpa dukungan isnad kurang lebih pada akhir abad ke-1 H (7 M). Sekitar masa ini pulalah hadits muncul secara besar-besaran ketika ilmu-ilmu tertulis yang formal mulai dirintis. Meskipun demikian, ada bukti kuat yang langsung atau tidak langsung yang menunjukkan bahwa sebelum menjadi sebuah disiplin yang formal dalam abad ke-2 H (8 M), fenomena hadits telah muncul paling tidak sejak kira-kira tahun 60-80 H (680-700 M). Munculnya produk hadits yang sangat melimpah itu, sejumlah ulama mengumpulkan, menyaring, dan men-sistematisir dengan melakukan perjalanan menjelajah seluruh dunia Islam saat itu (disebut “pencarian hadits”). Akhir abad ke-3 (permulaan 10 M) telah dihasilkan beberapa koleksi hadits. Pada masa itu ju...